gue inget banget waktu itu hari sabtu,sayangnya tanggal yg tepat gue kurang inget..
gue waktu itu bangun pagi sekali,untuk mengikuti extrakurikuler di sekolah gue..
dan perlu kalian tau,waktu itu gue dateng ke sekolah bukan untuk ikut ekskul modern dancer,tetapi hendak mengikuti ekskul PASKIBRA..
terkejut bukan?
haha gue juga kalo mengingat hari itu sangatlah tidak mengira..
entah kenapa sepertinya itu sudah menjadi takdir..
gue berfikir,seandainya waktu itu akang dan teteh paskibra tidak menginkstruksikan untuk kami beristirahat,dan seandainya gue gak pergi ke kantin,dan ketemu dengan Irna dan Yusiva,mungkin detik ini gue ga bakal bisa nge-dance!
Hahaha
Itu yg namanya takdir…
Akhirnya ,setelah itu gue berhenti dari Paskibra..walaupun banyak orang yg menentang keputusan gue ini,banyak orang yg mencoba meremehkan gue,dan banyak yg memandang gue sebelah mata,tapi itu semua ga mematahkan semangat gue menjadi seorang dancer..
Ini hobby gue,dan ini hidup gue..
Apapun yg gue lakukan di hidup ini,ya menjadi urusan dan tanggung jawab gue sendiri..
Itu yg selalu gue pegang!
Dan sekarang,gue bisa ngebuktiin semua orang yg pernah meremehkan gue,inilah TOTALITAS gue sebagai seorang DANCER..
Dan gue bangga menjadi diri gue sendiri..
gue juga berjanji bakal berusaha terus menari untuk menghibur semua orang yg menyukai dan tidak menyukai gue..
Dance is my hobby,and I am proud of myself!!
🙂
yeah this is me
3 Jankehidupan
3 Jan” kehidupan itu bagaikan roda,dia akan berada diatas,dan juga bisa berbalik menjadi dibawah “
percayakah kalian tentang pernyataan tersebut ?
seseorang menyadarkan gue bahwa sebenarnya kita tidak pernah di bawah.tapi kita selalu diatas.
dan ketika kita menghadapi suatu masalah,sebenarnya kita sedang berada di roda yg paling tinggi yg mengalami goncangan paling kuat.
oleh karena itu sebenarnya, semakin tinggi posisi kita,maka masalahpun otomatis akan semakin berat..
beginning of the story I became a dancer :)
3 Jangue inget banget waktu itu hari sabtu,sayangnya tanggal yg tepat gue kurang inget..
gue waktu itu bangun pagi sekali,untuk mengikuti extrakurikuler di sekolah gue..
dan perlu kalian tau,waktu itu gue dateng ke sekolah bukan untuk ikut ekskul modern dancer,tetapi hendak mengikuti ekskul PASKIBRA..
terkejut bukan?
haha gue juga kalo mengingat hari itu sangatlah tidak mengira..
entah kenapa sepertinya itu sudah menjadi takdir..
gue berfikir,seandainya waktu itu akang dan teteh paskibra tidak menginkstruksikan untuk kami beristirahat,dan seandainya gue gak pergi ke kantin,dan ketemu dengan Irna dan Yusiva,mungkin detik ini gue ga bakal bisa nge-dance!
Hahaha
Itu yg namanya takdir…
Akhirnya ,setelah itu gue berhenti dari Paskibra..walaupun banyak orang yg menentang keputusan gue ini,banyak orang yg mencoba meremehkan gue,dan banyak yg memandang gue sebelah mata,tapi itu semua ga mematahkan semangat gue menjadi seorang dancer..
Ini hobby gue,dan ini hidup gue..
Apapun yg gue lakukan di hidup ini,ya menjadi urusan dan tanggung jawab gue sendiri..
Itu yg selalu gue pegang!
Dan sekarang,gue bisa ngebuktiin semua orang yg pernah meremehkan gue,inilah TOTALITAS gue sebagai seorang DANCER..
Dan gue bangga menjadi diri gue sendiri..
gue juga berjanji bakal berusaha terus menari untuk menghibur semua orang yg menyukai dan tidak menyukai gue..
Dance is my hobby,and I am proud of myself!!
🙂
Tugas kelompok 4
30 DecRANCANGAN USULAN PENELITIAN
GUNA RANCANGAN USULAN PENELITIAN SERTA BENTUK DAN ISINYA
Suatu penelitian itu mungkin bermaksud dan bertujuan untuk memperoleh data informasi dan kemudian untuk bahan menulis. Misalnya
a. Skripsi
b. Makalah untuk seminar, simposium, dan pertemuan ilmiah lainnya
c. Karangan ilmiah
d. Tesis magister/disertasi doktor. Laporan proyek.
Bobot dan mutu akademis karangan ilmiah hasil penelitian itu dapat dikaji dan dinilai dari 6 aspek, antara lain :
- Aktualitas masalah
Masalah yang diformulasikan haruslah masalah yang masih hangat diperbincangkan/upto date dan banyak mencari perhatian para ahli untuk dicari jawabannya serta juga harus nyata adanya
- Relevansi manfaat praktis
Jawaban masalah yang dikemukakan bernilai prakktis, sehingga hasil penelitian bedaya guna serta menjangkau masyarakat luas. Kesimpulan- kesimpulan yang ditarik harus mantap dan saran-sarannya menarik perhatian dan beralasan kuat
- Metodologi penelitian akurat
bobot mutu akademis karya tulis hasil penelitian itu ditentukan juga oleh adekuasi rancangan penelitian, instrumentasi dan pengukuran, metodologi penulisannya juga ikut menentukan bobot nilai/ mutu akademis karya tulis ilmiah
- Orisinalitas penelitian
Penelitian disebut orisinal bila bahan dan atau metode yang digunakan belum pernah dilakukan oleh peneliti lain, setidak-tidaknya menurut jangkauan informasi yang tersedia. Dengan kata lain walaupun bahan sama tetapi metodenya beda, maka penelitian itu dianggap penelitian orisinal dan juga sebaliknya jika bahan beda tapi metode sama itu juga digolongkan penelitian orisinal
- Sumbangan terhadap ilmu pengetahuan
Penelitian yang bersipat integratif dan konprehensif yaitu penelitian yang hasilnya merupakan kebulatan dan menyeluruhSistematika penyusunan karya tulis
- Ketajaman logika (way of thinking) dan urutan serta kaitan logika (flow of thought) Mengarahkan sistematika dan jelasnya pokok persoalan dalam karya tulis, apabila materi yang terkumpul dikomunikasikan secara konsisten dengan menjaga relevansi setiap aspek, sedemikian sehingga kalimat yang satu berhubungan dean berkaitan maka komunikasi yang dibuat akan lebih epektiif
Rancangan usulan penelitian adalah langkah yang paling awal dalam proses penyusunan penelitian. Usulan penelitian adalah langkah berikutnya, dan makalah adalah hasil akhirnya.
Rancangan usulan penelitian ini memberi gambaran secara menyeluruh tentang pokok masalah yang hendak diteliti, teori dan konsep serta data yang dipakai untuk melakukan penelitian; cara penelitian dilakukan dan hasil yang diharapkan akan dicapai. Rancangan usulan penelitian ini dipakai untuk menilai apakah seorang itu bisa mulai melakukan penelitian secara mandiri.
Rancangan Usulan Penelitian Terdiri Dari 3 Bagian Pokok, sebagai berikut :
- Bagian Awal
Judul penelitian yang direncanakan akan dilakukan. Ditulis dengan huruf capital , judul harus “ekspressif”, singkat tetapi informatif, yaitu menunjukkan dengan tepat masalah yang akan diteliti, dibawah judul ditulis kalimat “rancangan usulan penelitian untuk (skripsi, tesis, laporan dll)
- Identitas penyusun rancangan.
Diahului dengan kata oleh lalu ditulis nama peneliti, atau identitas lainnya yang dianggap penting
- Tanggal pengajuan rancangan
Didahului dengan kalimat “ diajukan kepada ….., pada tanggal….
- Bagian Utama
Bagian utama meliputi :
1. Perumusan masalah
Berisi tengtang penjelasan mengapa masalah yang dikemukan dalam judul dianggap menarik, penting, dan perlu di teliti. Dalam perumusan masalah perlu bukti bahwa masalah itu belum ada jawabannya atau pemecahannya(yang memuaskan) dalam perumusan masalah juga dikemukakan konteks masalah itu dengan permasalahan lain.
Unsur pokok perumusan masalah ini sekurang-kurangnya harus memuat hal-hal sebagai berikut :
- Penjelasan mengenai mengapa masalah yang dikemukakan dalam rancangan usulan penelitian untuk disertasi itu dipandang menarik, penting dan perlu diteliti.
- Beberapa bukti bahwa masalah tersebut belum ada jawaban atau pemecahan yang memuaskan.
- Letak masalah yang akan diteliti itu dalam konteks permasalahan yang lebih besar.
- Tujuan dan kegunaan penelitian.
Secaa eksklusif dan spesifik harus diseebutkan maksud dan tujuan penelitian, kegunaan dan arti pentingnya hasil penelitian yang diharapkan
- Kerangka pemikiran teoritis
Dalam bagian ini dikemukakan tengtang garis-garis besar pemikiran teoritis sedemikian sehingga jelas “pokok permasalahan”nya. Kerangka pemikiran yang logis itu dapat pula disusun berdasarkan hasil observasi lapangan atau dari pertemuan ilmiah
- Hipotesis kerja
Tidak semua penelitian memiliki hipotesis tetapi jika penelitian itu ada hipotesis, maka hipotesis harus dirumuskan dengan tepat, singkat, jelas dalam kalimat berita atau “kalimat deklaratif”
- Metode penelitian.
Dalam metode penelitian disebutkan beberapa maslah, yaitu :
a) Penentuan subjek penelitian, penentuan sampel yang akan dugunakan, penentuan ‘ sampling design’ yang akan dipakai, dan teknik pengambilan sampel
Metode pengumpulan data, alat pengukuran, dan cara pengukuran semuannya ditulis secara jelas
b) Bahan yang akan dipakai (bahan kimia, obat-obatan dan sebagainya) perlu disebutkan spesipikasinya dan pabrik yang mengeluarkan jika ada, bila bahan berupa hewan disebutkan ras, jenisnya dan asalnya dan sedemikian juga jika bahannya adalah tumbuhan
c) Dalam bagian ini perlu disebutkan alat perlengkapan untuk laboratoeium atau untuk lapangan yang akan dipakai
d) Teknik atau mode l analisis (statistik) yang akan dipakai dan perlu dijelaskan mengapa memakai metode statistik tersebut Jika perlu disertakan rancangan untuk menerima atau menolak hipotesis dengan menggunakan hipotesis nihil
e) Jadwal penelitian.
Dalam bagian ini perlu pertimbangan kelayakannya, jadwal penelitian perlu dibagi-bagi berdasarkan tahap-tahap penelitian (hari, minggu, dan bulan) Jadwal penelitian dibuat secara cermat, dengan mempertimbangkan kelayakannya. Jadwal penelitian menunjukkan hal-hal sebagai berikut :
1) Tahap-tahap penelitian yang akan dilakukan
2) .Waktu yang diperlukan untuk melaksanakan masing-masing tahap, dinyatakan dalam satuan bulan.
3) Rincian kegiatan untuk tahap masing-masing.
III. Bagian Akhir
Daftar pustaka
Penulisan daftar pustaka didasarkan atas pustaka yang telah dijadikan sumber dalam penyusunan rancangan usulan penelitian. Tujuan utama penyajian daftar pustaka adalah memberi informasi mengenai bagaimana orang dapat dengan mudah menemukan sumber yang disebutkan dalam rancangan usulan penelitian.
Hal-hal yang perlu disebutkan dalam daftar pustaka adalah seperti disebutkan dibawah ini :
Untuk buku : Nama penulis
Untuk jurnal Untuk sumber pustaka lain dapat digunakan pedoman yang lazim.
Cara menulis pustaka dan artikel sesuai ketentuan yang berlaku.
- Tahun penerbita
- Judul buku
- Editor
- jilid ke-
- nama penerbit
- Tempat penerbitan.
- Halaman
- Nama penulis
- Tahun penerbitan
- Judul tulisan
- Nama jurnal
- Jilid ( dan nomor )
- Halaman
- Rencana anggaran
Berisi antara lain :
- Upah dan honorarium untuk semua staff Peralataan, mencakup semua alat yang
berguna selama penelitian dan dijelaskan alat-alat apa yang akan habis pakai serta dijelaskaan jumlah biaya yang diperlukan
- Bahan habis pakai, termasuk kerrtas dan alat perkantoran yang akan habis pakai
Perjalan, mencakup biaya transportasi dan biaya hidup sehari-hari, biaya itu dirinci per hari
- Biaya sewa (rent), mungkin dipelukan jika proyek berlangsung lama dan memerlukan sewa gedung dan peralatan yang harganya mahl.
- Pengeluaran tak terduga, yang mencakup biaya yang tidak termasuk dalam bagian di atas, misalnya biaya telepon, fotokopi, atau biaya pengeluaran tak terduga karena staff kecelakaan dan lain-lain, biaya ini biasanya tidak boleh lebih dari 10 % dari jumlah yang di atas
- Daftar riwayat hidup penyusun rancangan.
Daftar riwayat hidup (bio-data, curriculum vitae) penyusun rancangan usulan
penelitian memuat hal-hal sebagai berikut :
- Nama lengkap dan derajat akademik
- Tempat dan tanggal lahir
- Pangkat dan jabatan
- Riwayat pendidikan tinggi
- Karya ilmiah
- Pertemuan ilmiah yang dihadiri dan
- Penghargaan ilmiah, bila ada.
IV. BAHAN DAN FORMAT
Bahan Rancangan usulan penelitian untuk disertasi ditulis pada kertas HVS 80, ukuran A4, dengan mempergunakan warna hitam.
Tabel dan gambar, jika ada, disajikan pada kertas yang sama.
Penyajian Naskah
Pengetikan
Rancangan usulan penelitian untuk disertasi diketik dengan jarak 1,5 spasi.
Huruf yang digunakan huruf Times New Romans ukuran 12 point, 10 ketukan tiap inci.
Untuk seluruh naskah dipergunakan tipe huruf yang sama.
Lambang, huruf atau tanda yang tidak dapat dibuat dengan mesin tulis ditulis dengan rapi menggunakan tinta hitam. Kata asing ditulis dengan huruf Italic.
Huruf kursif diganti dengan huruf biasa dengan diberi garis dibawahnya.
Alenia baru diberi indensi (masuk) 5 ketukan.
Jarak Tepi
Ketikan terletak :
Dari tepi atas : 4 cm
Dari tepi bawah : 3 cm
Dari tepi kiri : 4 cm
Dari tepi kanan : 3 cm
Nomor Halaman
Halaman naskah rancangan usulan penelitian untuk disertasi dan rujukannya diberi nomor urut dengan angka Arab, dimulai dengan angka 1. Semua nomor halaman diketik dengan jarak 3 cm dari tepi kanan dan 2,5 cm dari tepi atas.
Tabel dan Gambar
Tabel dan gambar diberi nomor dengan angka Arab.
Tabel harus diketik dengan menggunakan tipe huruf yang sama dengan yang digunakan untuk mengetik keseluruhan naskah. Dalam hal pengetikan dilakukan dengan mesin tulis IBM atau sejenisnya, harus dipergunakan kepala mesin tulis yang sama. Bila pengetikan tidak mungkin, seperti misalnya lambang, huruf Yunani, penulisan hendaklah dilakukan dengan menggunakan tinta hitam.
Berbagai Tingkatan Judul
Berbagai tingkatan judul ditulis dengan cara sebagai berikut :
- Judul diketik dengan huruf kapital semua pada halaman baru dengan jarak 5 cm dari tepi atas dan dengan jarak yang seimbang dari tepi kiri dan kanan.
- Sub judul huruf pertamanya ditulis dengan huruf kapital, diletakkan seimbang dari tepi kiri dan
kanan dan diberi garis bawah.
- Anak Sub judul ditulis mulai dari tepi sebelah kiri, huruf pertamanya diketik dengan huruf kapital dan diberi garis bawah.
- Judul dalam tingkatan yang lebih rendah, ditulis seperti pada c, diikuti oleh kalimat berikutnya
- Rujukan dan Kutipan
Semua sumber pustaka yang dikutip (secara langsung atau tidak) dan dijadikan rujukan harus disebutkan. Cara menyebutkan sumber itu antara lain dengan menuliskan di dalam kurung : nama pengarang, tahun publikasi dan (kalau perlu) halaman yang dikutip atau yang dijadikan rujukan, kecuali kalau ada ketentuan lain menurut kebiasaan dalam suatu bidang ilmu tertentu. Jumlah halaman rancangan usulan penelitian berkisar antara 15 – 20 halaman.
contoh paragraf Induktif
23 OctSemua orang menyadari bahwa kesenian merupakan sarana pengembangan otak pada anak. Kesenian juga merupakan hiburan dan sarana komunikasi. Tanpa kesenian, hidup akan terasa hampa. Komunikasi tidak lancar dan penerimaan informasi yang ada akan tersendat. Memang kesenian adalah alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien. Kesenian memiliki bemacam-macam jenisnya. Ada kesenian suara,kesenian lukis,kesenian musik, kesenian budaya,dll. Dengan kesenian yang kita ajarkan kepada anak kita, maka mereka akan mengembangkan kemampuan mereka dengan sendirinya. Mereka akan pintar mengembangkan bakat-bakat yang sebelumnya masih tidak terlalu terlihat,menjadi bakat yang besar dan menganggumkan. Sebagai orang tua, sebaiknya kita jangan pernah lelah untuk mengajakan kesenian kepada anak kita. Suatu kelak nanti, kesenian yang kita ajarkan akan bermanfaat besar bagi mereka.
Pengertian Paagraf Induktif dan Deduktif
23 OctPengertian Paragraf Induktif Dan Deduktif.
1.Pengertian Paragraf Induktif ;
Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas.
-Contoh Paragraf Induktif ;
Semua orang menyadari bahwa bahasa merupakan sarana pengembangan budaya. Bahasa merupakan sendi-sendi kehidupan. Tanpa bahasa, sendi-sendi kehidupan akan lemah. Komunikasi tidak lancar dan penerimaan informasi yang ada akan tersendat. Memang bahasa alat komunikasi yang penting, efektif, dan efisien.
2.Pengertian Paragraf deduktif ;
Paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas.
-Contoh Paragraf deduktif ;
Kemauannya sulit untuk diikuti. Dalam rapat-rapat sebelumnya telah diputuskan bahwa dana koperasi itu harus disimpan dulu. Para peserta rapat telah menyepakati hal itu. Akan tetapi, hari ini ia memaksa menggunakannya untuk membuka usaha baru. Banyak di antara peserta rapat yang kurang menyukai sikapnya yang semaunya sendiri.
Pagi Hari di Laboratorium Manajemen Menengah Universitas Gunadarma
8 OctSaya mulai tulisan saya dengan memberitahukan keberadaan saya. Saat ini saya sedang berada di sebelah orang tercantik sepanjang masa. Orang terunik yang pernah saya temui. Mau tau siapa? Silahkan main ke Laboratorium ini.
Baiklah.
Pagi yang cerah ini, di Laboratorium Manajemen Menengah, di tempat inilah saya ini saya menyibukkan diri saya dengan kegiatan yang positif. Disamping tugas kuliah di tingkat 3 yang mulai menumpuk, saya sempatkan untuk menjadi bagian di laboratorium ini. Hari ini adalah minggu kedua saya menjadi asisten. Banyak hal yang saya rasakan disini. Lucu , senang, sedih , bahagia semua menjadi satu.
Banyak yang bisa dilakukan di laboratorium ini, selain melakukan tugas sebagai asisten, saya masih bisa bersenda gurau bahkan hanya untuk sekedar internet-an gratis apabila sedang tidak ada jadwal jaga.
Lucu?
Biasanya yang saya rasakan adalah duduk di kursi praktikan, tetapi sekarang bisa merasakan duduk di belakang, di kursi asisten.
Pagi hari lain di Laboratotium ini? Pasti akan selalu menyenangkan.
Sekilas mengenai Teori Antrian – Manajemen Operasional
3 OctTEORI ANTRIAN
( QUEUEING THEORY )
I.1 SEJARAH TEORI ANTRIAN
Sistem antrian atau sering disebut sebagai waiting line theory diciptakan pada tahun 1909 oleh seorang matematikawan dan insinyur berkebangsaan Denmark yang bernama A.K. Erlang yang mempelajari fluktuasi permintaan fasilitas telepon dan keterlambatan pelayanannya. Teori ini pertama kali diperkenalkan pada tahun 1913 yang dimulai dengan menggunakan konsep dan struktur system antrian sebelum mengembangkan model matematisnya.
Teori ini dirancang untuk memperkirakan berapa banyak langganan menunggu dalam suatu garis antrian, kepanjangan garis tunggu, seberapa sibuk fasilitas pelayanan, dan apa yang terjadi bila waktu pelayanan atau pola kedatangan berubah.
Biasanya antrian terlihat setiap harinya pada :
- Deretan mobil yang mengantri untuk mengambil tiket atau membayar jalan tol.
- Antrian pengambilan DNU dan DNS mahasiswa Gunadarma di loket BAAK.
- Antrian dari permintaan telepon pada suatu switch board.
- Penonton yang ingin membeli karcis bioskop.
- Menunggu pesanan pada suatu restoran.
- Antrian pesawat di lapangan udara.
- Kedatangan kapal di suatu pelabuhan.
- Peralatan yang menunggu di service.
- Antrian pembayaran listrik di Bank DKI
- Antrian KRL Ekonomi tujuan Jakarta
I.2 TUJUAN ANTRIAN
Tujuan dasar model-model antrian adalah untuk meminimumkan biaya total, yaitu :
- Biaya langsung
Biaya karena menambah fasilitas layanan serta gaji tenaga kerja yang memberi pelayanan.
- Biaya tidak langsung
Biaya karena mengantri (biaya yang timbul karena para individu harus menunggu untuk dilayani).
I.3 ELEMEN – ELEMEN POKOK DALAM SISTEM ANTRIAN
Model antrian paling tidak memerlukan 3 jenis data, yaitu :
1 Tingkat kedatangan rata-rata langganan untuk mendapatkan pelayanan.
2 Tingkat pelayanan rata-rata.
3 Jumlah fasilitas pelayanan.
Sedangkan elemen-elemen yang membentuk sistem antrian adalah :
1 Populasi masukan (input)
Yaitu jumlah total unit yang memerlukan pelayanan dari waktu ke waktu atau disebut jumlah total langganan potensial. Input dapat berupa populasi orang, barang, komponen atau kertas kerja yang datang pada system untuk dilayani. Asumsi yang digunakan untuk input dalam antrian adalah terbatas.
2 Pola Kedatangan (distribusi kedatangan)
Arriver pattern (pola kedatangan) adalah dengan cara bagaimana individu-individu dari populasi memasuki system. Untuk pola kedatangan menggunakan asumsi distribusi probabilitas poisson, yaitu salah satu dari pola-pola kedatangan yang paling umum bila kedatangan didistribusikan secara random. Ini terjadi karena distribusi poisson menggambarkan jumlah kedatangan per unit waktu bila sejumlah besar variable-variabel random mempengaruhi tingkat kedatangan.
Bila pola kedatangan individu-individu mengikuti suatu distribusi poisson, maka waktu antar kedatangan atau inter arriver time(waktu kedatangan setiap individu) adalah random dan mengikuti suatu distribusi exponential.
3 Disiplin antrian
Disiplin antrian menunjukkan pedoman keputusan yang digunakan untuk menyeleksi individu-individu yang memasuki antrian untuk dilayani terlebih dahulu.
Macam-macam disiplin antrian :
- First come first served (FCFS) yang akan dipelajari
- Shortest operating (service)-time (SOT)
- Last come first served (LCFS)
- Longest operating time (LOT)
- Service in random order (SIRO)
- Emergency first atau critical condition first
4 Kepanjangan antrian
Kepanjangan antrian ada yang terbatas dan tidak terbatas. Asumsi untuk kepanjangan antrian ini yang akan kita gunakan adalah yang terbatas (finite). System antrian yang menampung jumlah individu-individu yang besar ini mempunyai kapasitas yang terbatas dan model antrian terbatas harus digunakan untuk manganalisa system tersebut.
5 Tingkat pelayanan
Waktu pelayanan (service time) adalah waktu yang digunakan untuk melayani individu-individu dalam suatu system. Apabila waktu palayanan mengikuti distribusi exponensial atau distribusi acak, waktu pelayanan (unit / jam) akan mengikuti distribusi poisson.
6 Keluaran (exit)
Sesudah individu selesai dilayani, maka ia akan keluar system.
I.4 SISTEM ANTRIAN
Sistem antrian dapat diklasifikasikan menjadi system yang berbeda-beda dimana teori antrian sering diterapkan secara luas.
- Sistem pelayanan komersial
Contoh : restoran, cafetaria, toko-toko, salon, dll
- Sistem pelayanan bisnis industri.
Contoh : lini produksi, system material handling, system penggudangan.
- Sistem pelayanan transportasi
Contoh : kereta api, bus, pesawat terbang.
- Sistem pelayanan social
Contoh : kantor tenaga kerja, kantor registrasi SIM dan STNK.
CONTOH SISTEM ANTRIAN
|
SISTEM |
ANTRIAN/GARIS TUNGGU |
FASILITAS PELAYANAN |
|
Lapangan terbang |
Pesawat menunggu di landasan |
Landasan pacu |
|
Bank |
Nasabah(orang) |
Teller (kasir) |
|
Bongkar muat barang |
Kapal atau truk |
Fasilitas bongkar muat |
|
Perpustakaan |
Anggota |
Pegawai perpustakaan |
|
Car Wash Automatic |
Mobil Automatic |
Alat pencuci mobil otomatis |
|
Registrasi mahasiswa |
Mahasiswa |
Pusat Registrasi |
|
Menonton Bioskop |
Pelanggan |
Pelayanan tiket |
|
DAFTAR PUSTAKA
Herjanto, Eddy. “Manajemen Operasi”. Edisi ketiga.Grasindo.Jakarta.2006
http://arisbudi.staff.gunadarma.ac.id/
|
||
Saya , Laboratorium Manajemen Menengah dan Cinta
29 Aug
Laboratorium Manajemen Menengah ,
Pertama kali saya mendengar nama laboratorium ini adalah dari salah seorang teman dekat saya yang juga adalah salah satu asistan laboratorium Manajemen Menengah yang sebentar lagi menjadi alumni. Kesibukannya membuat saya penasaran, lalu saya menanyakan kepadanya apa sebenarnya yang dia kerjakan di laboratorium itu. Lalu dia menceritakan dengan antusiasnya. Saat itu saya masih berada di semester 1. Sejak itu saya berkata kepada dia, bahwa suatu hari saya akan berusaha untuk menjadi salah satu bagian laboratorium dimana ia berada. Pada kesempatan kali ini saya ingin bertetima kasih kepada dia yang selalu memberi saya semangat dan membagikan hal-hal positif kepada saya. Selamat berjuang di dunia yang baru nanti, dimana disanalah waktu dan tempatnya untuk membuktikan usaha yang telah dilakukan selama ini demi masa depan yang lebih baik.
Selanjutnya,
Singkat cerita pada saat semester 4, dibukalah Pendaftaran Baru bagi Asisten dan Programer baru. Disitulah harapan saya datang kembali. Mengapa laboratorium manajemen menengah? Selain dikarenakan “ajakan” teman dekat saya tersebut, di laboratorium saya menemukan keseruan,keramaian,kebersamaan dan kekeluargaan yang saya belum bisa temukan di laboratorium lainnya selama saya menjadi praktikan dan mengikuti jalannya praktikum.
Dan sekarang,
Saya bisa berada disini saya sangat bersyukur. Ternyata penilaian saya selama ini pun tidak salah. Beberapa kali mengikuti kegiatan laboratorim manejemen menengah, pasti selalu mendatangkan momen yang tidak dapat dilupakan dan membawa hal yang positif. Tidak pernah tidak.
Saya berharap,
Kekompakan dan kebersamaan yang telah terbangun sejak lama hingga sampai seperti ini , semakin hari semakin bertambah. Dan saya cukup optimis akan harapan saya. Karena kakak-kakak yang berada diatas saya sudah sangat berhasil melakukannya. Begitu pula dengan teman-teman di angkatan 21, kami sedang menuju ke tahap tersebut. Menumbuhkembangkan kebersamaan dan kekeluargaan dilingkungan Laboratorium Manajemen Menengah.
Akhir kata,
Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan saya kesempatan dan kepercayaan untuk berada disini,dilingkungan ini,saat ini. Jujur untuk saya katakan, bahwa saya mulai mencintai Laboratorium ini. SUSMAK* LAB MAMEN! SUSMAK KECEMEN!
PS : * Susmak : adalah singkatan dari “ Sukses Makmur” 🙂
BAB 1 – PENGERTIAN HUKUM DAN HUKUM EKONOMI
7 Jul1. Peraturan mengenai tingkah laku manusia dalam pergaulan masyarakat.
2. Peraturan itu bersifat mengikat dan memaksa
3. Peraturan itu di adakan oleh badan-badan resmi.
4. Pelanggaran terhadap peraturan tersebut dikenakan sanksi yang tegas.
Ø Untuk melindungi berbagai jenis usaha, khususnya jenis Usaha Kecil Menengah (UKM)
Ø Untuk membantu memperbaiki system keuangan dan system perbankan
sumber hukum dapat dilihat dari 2 segi, yaitu segi materiil dan formil.
1.) sumber hukum materiil sumber hukum materiil adalah sumber hukum yang menentukan isi kaidah hukum, dan terdiri atas:
1. Pendapat umum
2. Agama
3. Kebiasaan
4. Politik hukum dari pemerintah
sumber hukum materiil, yaitu tempat materi hukum itu diambil. sumber hukum materiil merupakan faktor yang membantu pembentukan hukum.
2.) sumber hukum formil
sumber hukum formil adalah tempat atau sumber darimana suatu peraturan memperoleh kekuatan hukum. hal ini berkaitan dengan bentuk atau cara yang menyebabkan peraturan hukum itu berlaku.
1. Kodifikasi terbuka
Adalah kodifikasi yang membuka diri terhadap terdapatnya tambahan-tambahan diluar induk kondifikasi. “ Hukum dibiarkan berkembang menurut kebutuhan masyarakat dan hukum tidak lagi disebut sebagai penghambat kemajuan masyarakat hukum disini diartikan sebagai peraturan”.
2. Kodifikasi tertutup
Adalah semua hal yang menyangkut permasalahannya dimasukan ke dalam kodifikasi atau buku kumpulan peraturan.
Isinya :
1. Politik hukum lama
2. Unifikasi di zaman Hindia Belanda (Indonesia) gagal
3. Penduduk terpecah menjadi;penduduk bangsa Eropa, penduduk bangsa Timur Asing, penduduk bangsa pribadi (Indonesia)
4. Pemikiran bangsa Indonesia terpecah-pecah pula.
5. Pendidikan bangsa Indonesia ; Hasil Pendidikan Barat, Hasil Pendidikan Timur
unsur-unsur dari suatu kodifikasi :
a. Jenis-jenis hukum tertentu
b. Sistematis
c. Lengka
Tujuan Kodifikasi Hukum tertulis untuk memperoleh :
Kepastian hukum, Penyerderhanaan hukum dan Kesatuan hukum.
Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran. Inti masalah ekonomi adalah adanya ketidakseimbangan antara kebutuhan manusia yang tidak terbatas dengan alat pemuas kebutuhan yang jumlahnya terbatas.
Ilmu ekonomi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia dalam memilih dan menciptakan kemakmuran.
Hukum ekonomi dapat dibedakan menjadi 2 yaitu :
